Tampilkan postingan dengan label bahagia itu sederhanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahagia itu sederhanan. Tampilkan semua postingan

Tiga Belas Dua Belas Empat Belas Bersama @PanjiPanjol







Kebahagiaan itu seperti seekor kupu-kupu. Ketika dikejar, kupu-kupu selalu menghindar dari tangkapan kita. Namun, jika kita duduk tenang, dia akan terbang menari-nari di atas kita.
(Nethaniel Hawthorne)




Yang tidak terlihat belum tentu tidak ada,
Yang tidak terdengar belum tentu tidak ada,
Yang tidak terucap belum tentu tidak ada,
Yang tidak terpikirkan belum tentu tidak ada,
Namun kita bisa merasakannya, bahwa ada sesuatu di kedalaman hati kita
Saat kita mengetahuinya, hal itu sudah lama bersama kita
Hingga Sang Pencipta menunjukkan kebesaranNya, Kun Faya Kun, Kita melihat, mendengar, mengucap, dan memikirkan bersama-sama 
Bismillah.. 
Semoga Allah SWT meridhoi kebahagiaan kita. Aamiinn..
 
 Jogja, 13 Desember 2014 

Beda Niat, Beda yang Didapat

"Beda Awal Beda Hasil",
 bisa gag sih dianalogikan sama "Beda Niat, Beda yang Didapat" ?

Ngomongin tentang niat jadi teringat sama pengalaman saat ngobrol sama orang yang baru dikenal di suatu acara. Beberapa waktu lalu memang saya organize acara seminar gratis yg diisi sama Gurunda Jaya Setiabudi di Jogja. 

Seminar Buka Toko Online Langsung Laris di Jogja Digital Valley
Dengan persiapan ga sampai dua minggu, saat diberi mandat langsung hebring + kontak sana sini untuk terselenggaranya acara itu. Gak pake lama juga sih karna "sedikit" terbiasa single fighter pun jadi, dan alhamdulillahnya banyak temen-temen yang bantuin. Tapi bukan part itu yang mau diceritain :D

Saat tengah acara, saya bertemu dengan seseorang, sebut saja mas P alias mas Peserta :D Ngobrol sana sini mulai dari materi seminar sampai ke hal lain, bisnis dll. Dan dari percakapan itu saya menyimpulkan kalo mas P ini baru sekali datang ke acara seminar Pa Jaya, karna direkomendasi oleh temannya. ya wajar klo pertanyaannya mayan buanyaakk :D

Obrolan panjang berlangsung sampai hal yang menggelitik terjadi :
mas Peserta : "mbak nia ini backgroundnya apa ya ko sampai bikin acara seperti ini?" 
Saya : "waduh apa ya?! (sambil cengengesan, senyum2 bingung jawab apa)"  
mas Peserta : "EO ya? klo ini gratis acaranya, lalu mba nia dapet apa? dibayar berapa?" 
Saya : "Gleeekkk,saya muridnya Pa Jaya mas, cuman bantuin organize buat temen2 bisa dapet ilmu cuma-cuma, jarang-jarang juga ada Guru disini (ke jogja) "  
mas Peseta : "waahh enak dong jadi temen mba nia, mau bantu-bantu" 
Saya : "........"

spechless, cuman bisa senyum, pengen menjelaskan, tapi sudahlahh.. :)

Bukan sok baik, apalagi sok ga butuh uang ya, tapi semua berbalik ke NIAT. Berbeda cerita memang sebagai Event Organizer, yang memang teman-teman EO menjadikan event adalah project, hasil jerih payah yang memang disitu bidang pekerjaannya wajar pasti ada income yang akan diperoleh.

Tapi ada banyak hal yang tidak selalu perlu "dihitung", tidak selalu dikaitkan dengan apa yang akan kita dapatkan, apalagi dengan uang. Lalu, apa yang saya dapatkan? KEBAHAGIAAN, ya saya seneng banget bisa terselenggaranya acara dan banyak temen-temen yang dapat manfaat dari situ. hanya itu. sesederhana itu.

Bagi saya, saat kita punya niat melakukan sesuatu yang bermanfaat gak hanya untuk diri sendiri tapi juga buat orang lain maka hasil yang diperoleh jauh membahagiakan.

Faktanya, Ilmu, teman, lawan sharing, networking baru jelas saya dapatkan. 

Sungguh dengan meluruskan niat, memaksimalkan usaha maka bahagia pun akan teraih. 

Alhamdulillah :)




 

Bahagia Ada "di Sini"

Bahagia Ada "di Sini"


Happiness, satu kata yang mulai jarang atau bahkan langka tedengar di zaman yang menjanjikan serba mudah ini. Ya, Sekarang kalo liat berita di tv, di koran, ato juga di internet kontennya serasa mengiyakan slogan "bad news is good news", sedihh rasanyaaa...

Tak terasa kemudahan informasi, mudah update sana update sini juga bikin kita sibuk sering melihat "ke luar", dan hampir tidak punya waktu untuk melihat "ke dalam". Dan akhirnya kita lupa bahwa kebahagiaan itu sumbernya ada di dalam diri kita sendiri. Kita lupa kalau kita juga dianugerahi kelebihan-kelebihan oleh Sang Pencipta, Allah SWT, yang tentu saja unik dan tidak sama dengan orang lain.

Mulai lah dari sekarang, bukan kah tidak ada kata terlambat untuk sesuatu hal yang baik?
Ya, dimulai dari melihat sisi-sisi indah yang ada dalam diri kita masing-masing. Semakin mencintai diri sendiri, semakin mudah berdamai dengan kekurangan-kekurangan yang ada dalam kita. Jika sudah begitu, semakin mudah memanfaatkan keunikan yang melekat pada diri, 
karena setiap diri kita punya potensi,dan kita semakin sadar bahwa semua rasa cinta yang hadir pada kita BERAWAL dari kecintaan kita pada diri kita sendiri..

 *noted to my self*

#MakeHAppinessAHabit