Beda Niat, Beda yang Didapat

"Beda Awal Beda Hasil",
 bisa gag sih dianalogikan sama "Beda Niat, Beda yang Didapat" ?

Ngomongin tentang niat jadi teringat sama pengalaman saat ngobrol sama orang yang baru dikenal di suatu acara. Beberapa waktu lalu memang saya organize acara seminar gratis yg diisi sama Gurunda Jaya Setiabudi di Jogja. 

Seminar Buka Toko Online Langsung Laris di Jogja Digital Valley
Dengan persiapan ga sampai dua minggu, saat diberi mandat langsung hebring + kontak sana sini untuk terselenggaranya acara itu. Gak pake lama juga sih karna "sedikit" terbiasa single fighter pun jadi, dan alhamdulillahnya banyak temen-temen yang bantuin. Tapi bukan part itu yang mau diceritain :D

Saat tengah acara, saya bertemu dengan seseorang, sebut saja mas P alias mas Peserta :D Ngobrol sana sini mulai dari materi seminar sampai ke hal lain, bisnis dll. Dan dari percakapan itu saya menyimpulkan kalo mas P ini baru sekali datang ke acara seminar Pa Jaya, karna direkomendasi oleh temannya. ya wajar klo pertanyaannya mayan buanyaakk :D

Obrolan panjang berlangsung sampai hal yang menggelitik terjadi :
mas Peserta : "mbak nia ini backgroundnya apa ya ko sampai bikin acara seperti ini?" 
Saya : "waduh apa ya?! (sambil cengengesan, senyum2 bingung jawab apa)"  
mas Peserta : "EO ya? klo ini gratis acaranya, lalu mba nia dapet apa? dibayar berapa?" 
Saya : "Gleeekkk,saya muridnya Pa Jaya mas, cuman bantuin organize buat temen2 bisa dapet ilmu cuma-cuma, jarang-jarang juga ada Guru disini (ke jogja) "  
mas Peseta : "waahh enak dong jadi temen mba nia, mau bantu-bantu" 
Saya : "........"

spechless, cuman bisa senyum, pengen menjelaskan, tapi sudahlahh.. :)

Bukan sok baik, apalagi sok ga butuh uang ya, tapi semua berbalik ke NIAT. Berbeda cerita memang sebagai Event Organizer, yang memang teman-teman EO menjadikan event adalah project, hasil jerih payah yang memang disitu bidang pekerjaannya wajar pasti ada income yang akan diperoleh.

Tapi ada banyak hal yang tidak selalu perlu "dihitung", tidak selalu dikaitkan dengan apa yang akan kita dapatkan, apalagi dengan uang. Lalu, apa yang saya dapatkan? KEBAHAGIAAN, ya saya seneng banget bisa terselenggaranya acara dan banyak temen-temen yang dapat manfaat dari situ. hanya itu. sesederhana itu.

Bagi saya, saat kita punya niat melakukan sesuatu yang bermanfaat gak hanya untuk diri sendiri tapi juga buat orang lain maka hasil yang diperoleh jauh membahagiakan.

Faktanya, Ilmu, teman, lawan sharing, networking baru jelas saya dapatkan. 

Sungguh dengan meluruskan niat, memaksimalkan usaha maka bahagia pun akan teraih. 

Alhamdulillah :)




 

Bahagia Ada "di Sini"

Bahagia Ada "di Sini"


Happiness, satu kata yang mulai jarang atau bahkan langka tedengar di zaman yang menjanjikan serba mudah ini. Ya, Sekarang kalo liat berita di tv, di koran, ato juga di internet kontennya serasa mengiyakan slogan "bad news is good news", sedihh rasanyaaa...

Tak terasa kemudahan informasi, mudah update sana update sini juga bikin kita sibuk sering melihat "ke luar", dan hampir tidak punya waktu untuk melihat "ke dalam". Dan akhirnya kita lupa bahwa kebahagiaan itu sumbernya ada di dalam diri kita sendiri. Kita lupa kalau kita juga dianugerahi kelebihan-kelebihan oleh Sang Pencipta, Allah SWT, yang tentu saja unik dan tidak sama dengan orang lain.

Mulai lah dari sekarang, bukan kah tidak ada kata terlambat untuk sesuatu hal yang baik?
Ya, dimulai dari melihat sisi-sisi indah yang ada dalam diri kita masing-masing. Semakin mencintai diri sendiri, semakin mudah berdamai dengan kekurangan-kekurangan yang ada dalam kita. Jika sudah begitu, semakin mudah memanfaatkan keunikan yang melekat pada diri, 
karena setiap diri kita punya potensi,dan kita semakin sadar bahwa semua rasa cinta yang hadir pada kita BERAWAL dari kecintaan kita pada diri kita sendiri..

 *noted to my self*

#MakeHAppinessAHabit



The Power of HABITS

What world's richest people do everyday? 

                       Ya! They have A Routine


Habit is Power!, habit adalah kebiasaan, berarti kebiasaan adalah kekuatan. begitu kira-kira :D
Satu dua artikel menjelaskan, hasil dari suatu kebiasan yang terus-menerus dilatih, sesuatu yang sulit akan menjadi mudah dan pada akhirnya apa yang tidak mungkin akan menjadi mungkin dicapai.

^.^


Ini Jumat Pagiku, kalo Kamu?


Pagiiii hehiiijauaaannn, it's FRIDAY ^.^

Pemandangan Cendela Kamar. love it :)

Ini hari jumat, 25 April 2014, Sukses mendaratkan "nyawa" pagi-pagi buta, buka mata sholat subuh (pake mata lengket-lengket dikit) tapi Alhamdulillah ada Bapak-Ibu yang jihadnya selalu ada bangunin anak bontotnya yang punya kekhasan saat bangun pagi dan perlu treatment khusus (ga perlu dijabarkan ya) intinya SUKSES BANGUN PAGI, haha ^.^

Jumat pagi?
apa sih yang ada di pikiran setiap hari jumat di pagi hari.

Jumat pagi, berangkat sekolah, dan seragamnya pake seragam khusus (bukan putih-merah/ putih-biru) ?
Ya.. itu jaman sekolah dulu begitu, bahagia jumat pagi, soalnya seragamnya khusus :D

Jumat pagi, berangkat ke kantor, dan seragamnya pake seragam olah raga,  pakai training, sepatu cats dan sak ubo rampenya?
Ya.. itu sih Bapak Ibu begitu. Mungkin, temen-temen yang kantoran atau pe en esan gitu juga ya :D

Jumat pagi, ga berangkat kemana-kemana, ya udah ga ga sekolah lagi dan bukan kantoran terus ngapain dong?
Buat hari ini cukup pergi ke DAPUR, bikin sarapan, cuci-cuci piring, buang sampai, lap-lap, kasih makan burung & ikan, siram tanaman, nata-nata dan itu OLAH RAGA :D

kalo sebelumnya mikir olah raga itu harus ke tempat fitnes, harus pakai sepatu kece, hoho.. ga harus gitu yaaa :)

Yang pasti, setiap pagi, harus SEMANGAT, 
kalo paginya loyo, sesiangnya, sesorenya, semalemnya bisa nge-blank, target bisa kacau. gitu si biasanya.

Well, ini Jumat pagiku, terus kalo kamu??

*isi blog hanya untuk berbagi cerita, untuk catatan pribadi, dan tidak untuk menggurui*

HAPPY FRIDAY 

^.^

 

Ini Alasan Mengapa Saya Memulai Bisnis

Inilah Alasan Utama Saya Memulai Bisnis :
Saya sedang tidak membicarakan orang lain, tapi sedang menceritakan sedikit tentang mengapa saya memutuskan untuk memulai bisnis. Kalo yang sudah sempat membaca postingan saya sebelumnya, mungkin sudah mengerti mengapa saya harus punya alasan kuat saat memulai berbisnis. Ya, saya tumbuh bukan dikalangan keluarga pebisnis dan bahkan pendidikan formal ekonomi, akuntansi, atau yang lainnya yang berbau bisnis sampai tahun 2011 lalu sama sekali tidak ada. 
Semuanya berangkat dari, passion, keingintahuan, dan berakhir pada kesenangan. Saya belajar banyak tentang berdagang, tentang berbisnis, berkenalan dan berada di jaringan (networking) yang membuat saya sangat nyaman untuk terus belajar hal-hal baru.
Jika sebagian besar orang mungkin sudah sejak lama memimpikan ingin memiliki bisnis sendiri, atau bahkan sudah mempunyai mimpi-mimpi besar seperti membuka lapangan pekerjaan bagi ribuan orang, memiliki perusahan besar, atau alasan yang wah wah wah lainnya. Bagi saya, ini adalah alasan sederhana yang menjadi kekuatan hingga akhirnya memiliki Bisnis sendiri :
Kepuasan pribadi
Saat memulai bisnis sendiri saya yakin bahwa berbisnis (membuka usaha) adalah hal yang akan saya nikmati. Bukan sekonyong2 tentang jual-beli, tentang uang. Namun saya belajar tentang komunikasi, psikologi, interaksi manusia, sosialisasi, kejasama, hubungan mutualisme, ilmu pengetahuan, persaingan juga tentang kebahagian (life).   
Menjadi bos untuk diri sendiri  
Salah satu keuntungan memiliki bisnis sendiri adalah  Saya bisa menjadi bos untuk diri saya sendiri. Saya yang mengatur jadwal, sesuai dengan kenyamanan saya bekerja. Disaat teman-teman yang lain kesusahan mencari "hari libur" untuk mempersiapkan pernikahan, menemani keluarga, atau sekedar ber-haha hihi bersama teman-teman, saya hampir tidak pernah mengalami kesulitan ini. Menguntungkan bukan. Apalagi, pada saatnya nanti saya akan menikah & punya anak, saya yakin tidak akan pernah sulit selalu berada bersama mereka :D 
Ladang Senyum & Ibadah
Saya sangat percaya bahwa kebahagiaan adalah menikmati segala proses yang terjadi. Dengan memulai bisnis (walaupun masih seumur jagung) saya mengalami banyak tantangan, mulai dari target yang gak kesampean, kerjasama yang gak sesuai rencana, dan masalah2 lain yang selalu datang silih berganti. Namun, itu juga yang membuat saya belajar menghargai orang lain, membuat orang lain bahagia, dan menjaga agar tetap berada dalam kondisi positif n terus bersyukur, tetap tersenyum. 
Ketika kita menjadi Bos, banyak sekali yang mengantungkan "hidup"nya pada kita. Dan semoga Allah SWT selalu memberikan solusi dari setiap tantangan yang datang.
Hehe, jadi panjang :D
Ya, itu tadi 3 alasan sederhana yang menguatkan saya untuk memulai dan terus mengembangkan bisnis, lalu bagaimana dengan Anda?
feel free to share ^.^